HINGGA kini perkembangan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial
Vehicle/UAV) di Indonesia masih jauh dari yang yang di harapkan.
Meskipun telah banyak prototipe yang di hasilkan oleh instansi
pemerintah (BUMN) dan swasta, namun belum ada satupun yang berhasil di
komersialisasi.
Pemanfaatan UAV di Indonesia pertama kali dirasakan manfaatnya saat
melacak keberadaan sandera di pedalaman hutan Papua. saat itu operasi
militer satuan khusus TNI AD, Kopassus, ditugasi melakukan operasi
penyelamatan para peneliti Ekspedisi Lorentz'95 yang disandera
Organisasi Papua Merdeka (OPM).


